Upaya meningkatkan Kualitas dan Profesionalitas

Tujuh Rumus Excel Dasar Untuk Alur Kerja Anda

Karena Anda sekarang dapat memasukkan formula dan fungsi pilihan Anda dengan benar, mari kita periksa beberapa fungsi Excel dasar untuk memulai.

1. SUM

Fungsi SUM adalah rumus yang Wajib Diketahui pertama di Excel. Biasanya mengumpulkan nilai dari pilihan kolom atau baris dari rentang yang Anda pilih.

= SUM ( angka1 , [angka2], ...)

Contoh:

= SUM (B2: G2) - Pilihan sederhana yang menjumlahkan nilai-nilai baris.

= SUM (A2: A8) - Pilihan sederhana yang menjumlahkan nilai-nilai kolom.

= SUM (A2: A7, A9, A12: A15) - Koleksi canggih yang menjumlahkan nilai dari rentang A2 hingga A7, melompati A8, menambahkan A9, melompat A10 dan A11, lalu akhirnya menambahkan dari A12 ke A15.

= SUM (A2: A8) / 20 - Menunjukkan Anda juga dapat mengubah fungsi Anda menjadi formula.

2. AVERAGE

Fungsi AVERAGE akan mengingatkan Anda tentang rata-rata data sederhana seperti jumlah rata-rata pemegang saham dalam kumpulan pemegang saham tertentu.

= AVERAGE ( number1 , [number2], ...)

Contoh:

= AVERAGE (A1: A10) - Menunjukkan rata-rata sederhana, juga mirip dengan (SUM (A1: A10) / 9)

3. COUNT

Fungsi COUNT menghitung semua sel dalam rentang tertentu yang hanya berisi nilai numerik.

= COUNT ( value1, [value2], ... )

Contoh:

COUNT (A : A) - Menghitung semua nilai yang numerik di kolom A. Namun, itu tidak menggunakan rumus yang sama untuk menghitung baris.

COUNT (A1: C1) - Sekarang dapat menghitung baris.

4. COUNTA

Seperti fungsi COUNT, COUNTA menghitung semua sel dalam kemarahan yang diberikan. Namun, ini menghitung semua sel terlepas dari jenisnya. Yaitu, tidak seperti COUNT yang hanya mengandalkan angka, ia juga menghitung tanggal, waktu, string, nilai logis, kesalahan, string kosong, atau teks.

= COUNTA ( value1, [value2], ... )

Contoh:

COUNTA (A : A) - Menghitung semua sel di kolom A terlepas dari jenisnya. Namun, seperti COUNT, Anda tidak dapat menggunakan rumus yang sama untuk menghitung baris.

5. IF

Fungsi IF sering digunakan ketika Anda ingin mengurutkan data Anda sesuai dengan logika yang diberikan. Bagian terbaik dari rumus IF adalah Anda dapat menyematkan rumus dan fungsi di dalamnya.

= IF( logical_test, [value_if_true], [value_if_false] )

Contoh:

= IF (C2 <D3, 'BENAR,' 'SALAH') - Memeriksa apakah nilai pada C3 kurang dari nilai pada D3. Jika logikanya benar, biarkan nilai sel menjadi BENAR, jika tidak, SALAH

= IF (SUM (C1: C10)> SUM (D1: D10), SUM (C1: C10), SUM (D1: D10)) - Contoh logika IF kompleks. Pertama, menjumlahkan C1 ke C10 dan D1 ke D10 , kemudian membandingkan jumlahnya. Jika jumlah C1 ke C10 lebih besar dari SUM dari D1 ke D10 , maka itu membuat nilai sel sama dengan jumlah C1 ke C10 . Kalau tidak, itu membuatnya SUM dari C1 ke C10 .

6. TRIM

Fungsi TRIM memastikan fungsi Anda tidak mengembalikan kesalahan karena ruang yang sulit diatur. Ini memastikan bahwa semua ruang kosong dihilangkan. Tidak seperti fungsi lain yang dapat beroperasi pada rentang sel, TRIM hanya beroperasi pada sel tunggal. Oleh karena itu, ia datang dengan kelemahan menambahkan data duplikat dalam spreadsheet Anda.

= TRIM ( teks )

Contoh:

TRIM (A4) - Menghapus spasi kosong pada nilai dalam sel A4.

7. MAX & MIN

Fungsi MAX dan MIN membantu dalam menemukan angka maksimum dan angka minimum dalam satu tarikan nilai.

= MIN ( angka1 , [angka2], ...)

Contoh:

= MIN (B2: C11) - Menemukan angka minimum antara kolom B dari B2 dan kolom C dari C2 ke baris 11 di kolom B dan C.

= MAX ( angka1 , [angka2], ...)

Contoh:

= MAX (B2: C11) - Demikian pula, ia menemukan angka maksimum antara kolom B dari B2 dan kolom C dari C2 ke baris 11 di kolom B dan C.

Post a Comment

[facebook][blogger]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget